Kegiatan Praktikum Pengembangan Profesi (PPP) Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam

Selama hampir satu bulan ini, Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Salatiga sedang menjalani praktikum pengembangan profesi (PPP) di 16 tempat hingga bulan September 2019.
berikut beberapa kegiatan di beberapa tempat

1. iNews TV Semarang.

Salah satu tugas mahasiswa adalah ikut menggarap produksi program Lentera Ilahi di iNews TV. Septi Wulandari, Produser iNews TV Semarang mengungkapkan program Lentera Illahi dinilai cocok dengan latar belakang mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Salatiga. Pasalnya program ini menyatukan unsur dakwah dan media.
“Sehingga, tidak hanya tujuan kegiatan PPP yang memberikan kesempatan praktik lapangan tapi ada bekal karya yang bisa menjadi poin plus untuk portofolio mahasiswa,” ujar dia.
Terkait denga produksi program acara tersebut, mahasiswa yang terdiri atas Arif Chabiburrochman, Fatkhur Rosyid, Naf’an Akhmad Sobakh dan Arifin diberi tanggung jawab sebagai floor director, kameramen, promter dan switcher.
Dekan Fakultas Dakwah Mukti Ali dan Wakil Dekan I Fakultas Dakwah Rofi’in juga berkesempatan menjadi narasumber dalam program tersebut. Mukti Ali membahas tema tentang agama dan kebudayaan sedangkan Rofi’in tentang toleransi.
Selain hadir sebagai narasumber, jajaran fakultas hadir di iNews TV Semarang sebagai bentuk monitoring kepada mahasiswa IAIN Salatiga yang tengah melakukan PPP. “Ini sudah satu bulan mereka (mahasiswa,red) praktik kerja di iNews TV Semarang. Harapannya mahasiswa tidak hanya bisa segera adaptasi tapi juga bisa langsung berkarya,” kata dia di sela-sela kegiatan monitoring, Rabu (24/07/2019). Wr/Cka

2. Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintahan Kota Yogyakarta

Lima mahasiswa Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam diberi kesempatan untuk Praktikum Pelatihan Profesi (PPP) di Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintahan Kota Yogyakarta yaitu Vina Amelia, Muftilatun, Khoirina Dewi, Syahnina dan Sri Wahyu Handayani.

Selama dua bulan, mahasiswa dituntut untuk disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan yaitu belajar memilih berita untuk kliping liputan, buat berita, rekaman, buat video, editing video, sosialisasi sampai shooting. Evi Marlina, S.IP. sebagai pamong berpesan untuk mahasiswa dapat menunjukkan kinerja yang baik karena di Diskominfo Jogja bertemu dengan orang-orang penting yang kemudian bisa menjadi relasi kerja.
Beberapa tugas mahasiswa antara lain membuat berita update untuk Portal Pemerintah Kota Yogyakarta, berikut tulisan karya mahasiswa di Warta Jogja antara lain seperti Bersama 300 Pelajar SD Se-Kecamatan Kotagede Gelar Simulasi Kebakaran, Ratusan Lansia Rayakan HUT PWRI Ke-57 Tahun dan Sulap Sampah Jadi Lampion Warnai Lomba Lingkungan Hidup. Selain itu, mahasiswa memiliki tugas untuk membantu shooting program acara OBRAS (Obrolan Siang) di JogjaTV serta melakukan liputan hingga editing video pada kegiatan-kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberi gambaran kerja sesungguhnya. Sehingga, mahasiswa dapat meningkatkan pengalaman dan potensi diri tentang humas atau public relation yang akan menjadi salah satu modal kerja. (vn/wr)

3. Suara Merdeka

Sebagai media cetak yang popular di masyarakat, Suara Merdeka dengan tagline “Perekat Komunitas Jawa Tengah” menjadi pilihan lokasi PPP banyak mahasiswa. Ada sembilan mahasiswa IAIN Salatiga yang PPP di Suara Merdeka. Diantaranya, Deni Nuryanto, Fahmi Syaiful Akbar, M. Sholeh, M. Rivqul Umam, Syafinah Dewi, Annisa Putri Retha Afanda, Febrian Septifani dan Sulfatun Na’im. Mereka diberi kesempatan selama dua bulan belajar di Suara Merdeka dalam bimbingan Agus Hermawan (dosen pembimbing) dan Hendra Setiawan (Pamong). Tugas mereka adalah meliput suatu kejadian (reportase) dan menulis berita.

Jadi setiap pagi, mahasiswa PPP yang telah dibagi secara berkelompok ditugasi mengikuti wartawan untuk ketemuan di lokasi peliputan kemudian mencari data dan melakukan reportase. Setelah itu, mahasiswa menulis berita di kantor. Jika sudah selesai, hasil tulisan dikoreksi dan direvisi oleh redaktur, wartawan atau pamong magang, tergantung kondisi

Selama sebulan ini, mahasiswa PPP merasa kerja praktik di Suara Merdeka adalah pilihan yang bagus karena seluruh wartawan disini bersikap terbuka dan mengajari dari hal yang mendasar seperti hal-hal kecil seperti teknik menulis judul, kalimat, paragraf hingga kutipan, ditambah bimbingan dengan wartawan senior dan fasilitas lengkap. Selain itu, M. Fahmi Zulkarnain – Ketua Biro menambahakan apabila mahasiswa melakukan liputan bersama wartawan senior akan mudah untuk bertemu dengan berbagai pejabat, mereka diberikan akses untuk bertemu dengan gubernur, walikota, menteri, lurah, rektor maupun pemilik perusahaan. (FHM/wr)

4. SOLOPOS

Kegiatan PPP mahasiawa IAIN SALATIGA di SOLOPOS terhitung dari tanggal 1 sampai 31 juli 2019. Yang diikuti delapan mahasiswa dengan lima orang dari konsentrasi jurnalistik dan tiga dari konsentrasi Broadcasting yaitu Isma Ayu Wulandari, Amalia safitri, Lina Sofia Isnaini, Putri Magalena, Titis Anis Fauziyah, Arista rizki, Astria Yulizar dan Erma Liani.

Setelah pembekalan tentang dasar-dasar jurnalitik, bahasa jurnalistik hingga fotografi dan video jurnalistik oleh Ichwan Prasetyo salah satu wartawan senior dari SOLOPOS, mahasiswa ditempatkan sesuai dengan jobdesknya. Lima orang dari konsentrasi jurnalistik dibagi menjadi 4 grup pada desk pendidikan, desk kota, desk ekonomi dan desk fotografi jurnalistik. Sedangkan tiga dari konsentrasi broadcasting ditempatkan pada SOLOPOS TV.